Senin, 02 September 2019

Zoofilia kelaian Jiwa Yang Mengidapnya Behubungan Dengan Hewan


Pernah dengar istilah zoofilia? Zoofilia adalah sebuah bentuk penyimpangan seksual di mana seseorang memiliki hasrat seksual terhadap binatang. Definisi ini sendiri sebenarnya masih sangat luas. 

Zoofilia dibagi menjadi berbagai jenis. Beberapa di antaranya adalah zooseksual yaitu orientasi seksual hanya pada binatang (tidak tertarik pada manusia secara seksual), zoophilic fantasizer yaitu orang yang memiliki fantasi seksual dengan binatang tanpa pernah benar-benar melakukan aktivitas seksual dengan binatang, bestialitas yaitu penetrasi atau hubungan seks dengan binatang, serta bestialitas sadisme yaitu mendapat kepuasan seksual dari menyiksa animal tanpa berhubungan seksual. 



 Jenis-jenis zoofilia ini pertama kali dikategorikan oleh dr. Anil Aggrawal dalam Journal of Forensic and Legal Medicine pada tahun 2011.

Hewan apa yang paling sering jadi korban zoofilia?

Sejauh ini para ahli menggolongkan zoofilia sebagai parafilia atau selera seks (atau pasangan seksual) yang sangat tidak biasa. Umumnya kasus-kasus zoofilia melibatkan anjing, kucing, kuda, babi, serta unggas seperti angsa dan bebek. Para ahli menduga bahwa binatang-binatang ini sering menjadi sasaran para penderita zoofilia karena sifat binatang tersebut yang jinak dan mudah menurut.


Seberapa umumkah zoofilia?

Jumlah kasus zoofilia dan prevalensinya sulit untuk ditentukan. Biasanya orang dengan penyimpangan seksual zoofilia akan menyembunyikan kecenderungan ini akibat banyaknya kecaman dari masyarakat.

Di berbagai negara, sudah ada hukum yang mengatur penyimpangan perilaku ini. Seperti yang dilaporkan sebuah studi dalam Journal of Sexual Medicine, laki-laki lebih sering dilaporkan dengan zoofilia daripada perempuan. Namun, zoofilia sendiri termasuk penyimpangan seksual yang langka, lebih jarang diketahui dibandingkan pedofilia atau sadisme.

Penyebab zoofilia

Hingga saat ini, penyebab utama zoofilia belum ditemukan. Akan tetapi, hasil dari berbagai studi kasus menunjukkan bahwa zoofilia bisa dipicu oleh trauma atau kekerasan yang dialami semasa kecil, faktor genetik, faktor lingkungan, serta masalah perkembangan diri. Para peneliti juga melihat bahwa perilaku seksual yang menyimpang biasanya ditandai dengan kesulitan untuk menjalin relasi dan hubungan asmara yang positif dengan orang-orang di sekitarnya.

Dulu penyimpangan seksual ini sering dianggap sebagai bentuk keputusasaan seseorang dalam mencari pasangan seksual manusia. Penyimpangan ini juga dilihat sebagai bentuk dorongan yang sangat besar untuk meluapkan gairah seksual tanpa adanya saluran yang tepat, sehingga orang tersebut menyalurkan gairah seksualnya terhadap binatang.

Ternyata, penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2000-an menguak bahwa zoofilia bisa terjadi karena orang tersebut memang hanya tertarik pada hubungan seks dengan binatang. Meskipun dirinya mampu berhubungan seksual dengan manusia secara wajar, dia hanya bisa mendapatkan kepuasan ketika bersama dengan binatang.

Bisakah zoofilia disembuhkan?

Kecenderungan untuk melakukan hubungan seks dengan binatang belum bisa diobati atau disembuhkan sepenuhnya. Yang bisa dilakukan oleh para ahli, dokter, dan tenaga kesehatan mental adalah menawarkan terapi agar orang dengan bestialitas atau zoofilia secara umum bisa mengendalikan impuls dan gairah seksualnya lebih baik lagi.

Terapi yang bisa ditempuh orang dengan penyimpangan sesual ini umumnya akan memakan waktu yang sangat panjang, kira-kira lebih dari satu tahun. Dokter atau psikiater juga mungkin menyarankan terapi hormon guna mengendalikan gairah seksual seseorang.

Bahaya dan risiko zoofilia

Selain menyimpang dari norma sosial, zoofilia juga merugikan baik bagi manusia yang melakukan maupun binatang yang menjadi pasangan seksualnya. Hubungan seks dengan binatang bisa berakibat fatal. Karena perbedaan spesies, berbagai hal mungkin terjadi sehingga menyebabkan cedera serius, bahkan kematian.

Selain cedera fisik, hubungan seks dengan binatang berisiko menularkan virus dan penyakit seperti leptospirosis, ekinokokosis, dan rabies. Penyakit-penyakit tersebut bisa ditularkan dari binatang, khususnya hewan ternak dan peliharaan, pada manusia.


Minggu, 01 September 2019

Serliana Rosida Model Hot Dari Indonesia


Jika anda ingin melihat perempuan asli Indonesia dengan paras khas tanah air dan memiliki tubuh yang aduhai, kulit coklat  khas Indonesia banget bisa melihat model sexy juga model telanjang dari Bandung ini,keberaniaanya dalam memamerkan tubuh sexynya bisa dilihat langsung cekidot ...


 Perempuan cantik dan bertubuh seksi ini merupakan mojang Bandung asli. Di Instagramnya, Serliana kerap mengumbar tubuhnya yang molek. Selebgram yang satu ini ternyata memiliki kemampuan dalam hal memasak dan merias wajah/make up. Dengan keberaniannya berpose, Serliana mampu menarik perhatian 137 ribu pengguna Instagram untuk memfollow akun Instagramnya.






Sexynya Para Angel Victoria Secret


Siapa sih yang tidak tertarik melihat wanita cantik? Apalagi jika itu adalah para model cantik dari Victoria's Secret. Para model yang berada dalam naungan Victoria's Secret memang memiliki paras cantik dan kepribadian yang menarik. Sulit rasanya bila harus memilih satu di antara sekian banyak model cantik tersebut. Berikut akan kami rangkum model  model yang memang paling menarik di mata para pria, selain tubuh sexy paras cantik dan juga tubuh tinggi jadi patokan para model ini untuk tampil di Victoria Secret .














Sabtu, 31 Agustus 2019

Kasus Bunuh Diri Jang Ja Yeon



Kasus bunuh diri Jang Ja Yeon yang sedang heboh lagi di Korea.

1. Siapa Jang Ja Yeon

Jang Ja Yeon adalah aktris yang berperan sebagai salah satu gadis jahat dalam drama Boys Before Flowers. Jang Ja Yeon merupakan artis di bawah agensi The Contents Entertainment pada tahun 2009. Perusahaan ini dijalankan oleh Kim Jong Seung yang memaksa Ja Yeon melayani berbagai pria. Agensi tersebut juga menaungi Lee Mi Sook dan Song Sung Mi.

2. Pemuas seks petinggi Korea

Kasus bunuh diri Jang Ja Yeon pada 2009 lalu sangat menghebohkan. Sebab, Jang Ja Yeon meninggalkan dokumen pengakuan 7 halaman yang memuat 31 nama para petinggi media, bos, dan pelaku industri hiburan yang terlibat dalam pelecehan seksual terhadapnya.

Dalam surat tersebut, Jang Ja Yeon menjelaskan, dia sampai dipukuli oleh managernya sendiri, Kim Sung Hoon, dan dipaksa untuk menghibur dan melayani nafsu seks orang-orang tersebut.

3. Hanya dua tersangka

Dalam kasus tersebut, polisi hanya menangkap bos dari agensi dan manager Jang Ja Yeon. Si bos dihukum 4 bulan penjara dan 1 tahun masa percobaan, sementara manager dihukum 1 tahun penjara, 2 tahun perocbaan, dan 160 jam pelayanan masyarakat.

4. #MeToo Movement

Sejak gerakan #MeToo, berbagai organisasi hak-hak wanita meminta kasus ini dibuka dan diinvestigasi lagi. Sebanyak 200 ribu orang dikabarkan menandatangani petisi tersebut. Aktris Yoon Ji Oh yang merupakan teman lama almarhumah pun muncul dan siap menjadi saksi.

Dia mengatakan, sudah bersaksi sebanyak 13 kali ke polisi dan jaksa, namun testimoninya tak pernah diterima. Yoon yang kemudian diminta warga untuk mendapat perlindungan terhadap saksi itu kini vokal menuntut keadilan untuk sahabatnya.

5. Lee Mi Sook

Lee Mi Sook dimintai keterangan karena berada di agensi yang sama dengan Jang Ja Yeon. Namun aktris tersebut membantahnya, mengklaim hanya tahu mendiang Ja Yeon setelah dia meninggal.

Namun pernyataan Lee Mi Sook dipertanyakan media Korea, Dispatch, yang mengungkap bukti hubungan mereka. Ada rekaman CCTV yang memperlihatkan momen Jang Ja Yeon sebelum bunuh diri. Laporan bahkan menyebut Lee Mi Sook diduga ikut terlibat, mendesak Ja Yeon agar tanda tangan kesepakatan soal layanan seksual.

6. Batas penyelidikan hampir habis

Batas penyelidikan kasus ini sudah di depan mata. Karenanya, orang-orang mendesak pemerintah untuk segera mengungkap kasus ini. Petisi pun digelar lagi dan berhasil mengumpulkan lebih dari 600 ribu tanda tangan.

Komite Urusan Masa Lalu Kementerian Kehakiman pun pada 18 Maret kemarin, akhirnya mengumumkan, investigasi kasus ini akan diperpanjang dua bulan. 


7. Pernyataan Presiden Moon Jae In

Terkait kasus ini, Presiden Moon Jae In ikut bicara. Sang presiden pun memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas tiga kasus utama yang sedang jadi sorotan, termasuk kasus Burning Sun dan Jang Ja Yeon, pada 18 Maret kemarin.

"Jika kita gagal mengklarifikasi kebenaran di balik kasus-kasus yang melibatkan para petinggi, kita tak akan bisa bicara soal keadilan untuk masyarakat," katanya dikutip dari Soompi.